Posts

LIKU-LIKU MENGURUS RESIDEN VISA WAKTU ITU

Membuat Visit Visa Putriku yang sedang kuliah di University of Washington Seattle, Amerika Serikat akan memasuki libur musim panas selama 3 bulan. Ini merupakan liburan pertamanya setelah hampir satu tahun kuliah di sana. Ia berencana akan singgah di Abu Dhabi sebelum ke Indonesia bersama Ibu dan Adiknya yang masih duduk di kelas 11. Dua minggu sebelum liburnya dimulai pada awal pertengahan tahun 2011 ini, aku mulai mengurus surat-surat untuk mengajukan permohonan pembuatan visa kunjungan ( visit visa ) putriku ke Abu Dhabi. Aku mulai meminta surat pengantar dari perusahaan di mana aku bekerja yang berisi utamanya menerangkan tentang jumlah gaji  yang aku terima setiap bulannya yang dialamatkan kepada Kantor Imigrasi Abu Dhabi. Sebagai persyaratan lain untuk mengajukan permohonan ini aku meminta foto berwarna putriku yang terbaru dan berlatar belakang putih ukuran 4x6 centimeter. Aku persiapkan uang juga apabila diperlukan. Serta aku siapkan fotokopi paspor putri dan fotokopi pasp...

AKU INGIN...

Prakata… Sekitar empatbelas tahun lalu, tepatnya pada awal-awal tahun 2005 tiba-tiba saja perasaan menjadi goyah.. Rasanya aneh saja, ini mengenai aku dan kantorku. Bukan ada apa, tetapi aku sendiri merasa khawatir apabila tiba-tiba aku dikeluarkan, padahal posisiku aku rasa cukup kuat. Penyebabnya adalah, acara lokalisasi ketenagakerjaan terutama di institusi yang berhubungan dengan sektor Pemerintah di UAE membuat aku harus mempersiapkan diri terhadap hal paling buruk, diberhentikan dari pekerjaanku. Lalu aku jadi teringat pada salah seorang rekan kerjaku di kantor yang sama yang sudah sekitar lima tahun lalu bermigrasi ke Kanada, tepatnya di Halifax, Nova Scotia. Dan aku juga jadi ingin mencobanya, bermigrasi ke Kanada... Itu setelah hampir 11 tahun merantau di UAE, negara Petro Dollar dengan kehidupan yang teratur dan nyaman. Pada awal-awal memulai kehidupan baruku di Negara ini aku hampir tidak mempercayainya, semua jenis makanan mentah hasil bumi tropis yang biasa aku l...

ANAK SUSAH

D esa Pakong terletak di bawah kaki gunung Embilleh. Gunung kapur yang terlihat berada di sebelah kanan dari kapal ferry ketika menyeberang dari Surabaya ke Pulau Madura.  Dari Gunung itu ada sungai kecil mengalir melalui tepian Desa Pakong. Suara gemelicik air yang mengalir di antara bebatuan kali bagaikan suara musik alam sepanjang hari. Suara belalang dan jangkrik yang bersahutan di malam hari semakin menambah ramainya alunan musik merdu dari alam di Desa itu. Tetapi, itu tidak menggambarkan kehidupan orang-orang di sekitarnya. Alam memang ramah, orang-orangnya pun juga ramah, namun di sana-sini banyak anak-anak yang beranjak remaja tidak memakai baju. Itu bukan karena mereka tidak suka memakai baju, akan tetapi karena baju yang akan dipakai tidak ada. Ada bajupun bukan untuk dipakai bermain, tetapi untuk kegiatan tertentu, misalnya menghadiri undangan dengan orang tua mereka atau pergi ke mana saja bersama orang tua mereka atau juga untuk memasuki langgar belajar ngaj...

KE EMIRATES DAPAT KERJA BARU

Tidak Ingin Pindah Dari Surabaya Ketika sedang mengobrol santai menghabiskan sisa waktu istirahat makan siang bersama rekan kerja di Direktorat Teknologi, PT. Pal Indonesia, seorang teman kantor dari sejak aku kuliah mengabarkan bahwa ada lowongan kerja di United Arab Emirates untuk tenaga ahli perkapalan, dan ujian seleksinya akan diadakan dalam waktu dekat ini di Hotel Sahid Surabaya (SS). Ada seseorang yang kemudian berkelakar; ' Wah...nanti ketika merawat kapalnya Sheikh akan dapat melihat isterinya, dan bisa-bisa lupa akan kapal yang akan dirawatnya' , seluruh teman termasuk aku yang mendengarkan kelakar itu yang sama-sama sedang mngobrol tentang peluang ini langsung tertawa dan ada pula yang tersenyum.  Saat itu aku tidak tahu apa arti seorang Sheikh di Emirates ini. Setelah mengenal, mereka merupakan sosok yang sangat dihormati oleh penduduknya, mereka merupakan keturunan keluarga Raja-raja di Emirates dan yang mengelola hampir seluruh kegiatan Negara. Setelah aku hi...